Skip to main content

SD Islam Al Azhar 11 Surabaya




Menggiatkan Astronomi di Sekolah

Selasa (8/3) pagi ada suasana berbeda di SD Islam Al Azhar 11 Surabaya. Kedatangan komunitas Masyarakat Astronomi Surabaya dan beberapa mahasiswa jurusan Ilmu Fisika ITS dengan teleskopnya membuat ratusan siswa kagum. Para siswa antusias mengikuti kegiatan ini. Kegiatan dimulai dengan pemaparan tentang angkasa luar. Para siswa takjub melihat tanyangan film tentang angkasa luar yang begitu menakjubkan. Aula sekolah serasa hening ketika pemateri menjelaskan tentang isi angkasa luar.
Tanpa kita sadari ternyata bumi ini seperti debu yang melayang-layang di angkasa karena begitu banyaknya keanekaragaman benda langit yang terhampar di gugusan galaksi-galaksi. Kita tidak menyadari hal itu karena sibuk dengan kegiatan masing-masing. Kita terlalu menyibukkan diri sehingga tidak sempat memikirkan betapa kayanya jagad alam ini.
Tujuan lain kegiatan ini adalah untuk mengenalkan ilmu astronomi kepada siswa. Astronomi mengajarkan kepada siswa betapa ciptaan Tuhan itu amat luas. Luasnya ciptaan Tuhan ini tidak akan kita ketahui jika kita tidak berpikir. Belajar astronomi akan membuat kita tahu pentingnya rasa syukur atas karunia yang telah dianugerahkan kepada umat manusia.
Di akhir sesi, para siswa diajak melihat matahari dari berbagai alat. Mulai dari yang sederhana hingga yang menggunakan teknologi mutakhir. Ya, para siswa sangat menikmati kegiatan ini. Selain menambah wawasan tentang angkasa luar, mereka juga dapat melihat matahari dengan menggunakan teleskop yang itu sangat jarang mereka dapatkan. Pengalaman ini menjadi momen tak terlupakan bagi mereka. Apalagi sebentar lagi akan terjadi fenomena alam gerhana matahari yang itu hanya dapat terjadi dalam waktu-waktu tertentu saja.
Tak hanya para siswa saja yang senang. Para guru juga merasa terbantu dengan kegiatan ini karena para siswa dapat penjelasan langsung dari ahlinya yang disampaikan oleh Andi Siti Maryam, M.Si salah satu alumnus ilmu astronomi dari Institut Teknologi Bandung. “ Anak seusia sekolah dasar, terutama kelas 5 dan 6 perlu mendapatkan wawasan tentang ini karena mereka sudah bisa diajak untuk berpikir secara mendalam.” Ujar salah satu penggiat astronomi itu. (CA)

Comments

Popular posts from this blog

PMB SD ISLAM AL AZHAR 11 SURABAYA

Tahun pelajaran 2019/2020 sudah semakin dekat. Ayo, bergabung bersama kami untuk mewujudkan generasi yang berakhlakul karimah dan berprestasi. Menuju Indonesia Emas 2045. 

Mengenal Teks Eksplanasi

Dalam pembelajaran kelas 6 kurikulum 2013, pasti sudah tidak asing lagi dengan teks eksplanasi. Teks eksplanasi adalah teks yang berisi tentang proses terjadinya suatu peristiwa, mulai dari fenomena alam hingga fenomena sosial. Mari kita pelajari lebih detail tentang teks eksplanasi berdasarkan cirinya sebagai berikut: Ciri-Ciri Teks Eksplanasi Ada beberapa ciri-ciri teks eksplanasi, antara lain: Informasi yang dimuat berdasarkan fakta (faktual). Hal yang dibahas, yaitu suatu fenomena yang bersifat keilmuan atau berhubungan dengan ilmu pengetahuan. Sifatnya informatif dan tidak berusaha memengaruhi pembaca untuk percaya terhadap hal yang dibahas. Fokus pada hal umum (generik), bukan partisipan manusia. Contoh: tsunami, banjir, gempa bumi, hujan, dan lainnya. Setiap teks laporan memiliki ciri khas masing-masing, tak terkecuali teks eksplanasi. Teks eksplanasi lebih condong pada laporan yang sifatnya ilmiah. Oleh karena itu, bahasa yang digunakan haruslah baku. Untuk strukturnya sendiri,...

Kurikulum Prototipe: Mengembangkan Skill Siswa Melalui Pembelajaran Berbasis Proyek

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) memberi tiga pilihan dalam pengembangan kurikulum yang dapat diterapkan oleh satuan pendidikan. Hal ini dalam rangka memberi akses merdeka belajar bagi tiap satuan pendidikan untuk mengembangkan kurikulum satuan pendidikan. Satuan dapat menentukan kurikulum yang sesuai dengan kondisi setempat dan karakteristik guru dan siswanya. Kurikulum prototipe adalah salah satunya. kurikulum ini merupakan kurikulum berbasis kompetensi untuk mendukung pemulihan pembelajaran dengan menerapkan pembelajaran berbasis proyek (Project Based Learning). Kurikulum prototipe sudah diterapkandi 2.500 satuan pendidikan yang tergabung dalam Program Sekolah Penggerak dan SMK Pusat Unggulan pada tahun 2021. Namun di tahun 2022, satuan pendidikan yang tidak termasuk sasaran program sekolah penggarak pun juga diberi wewenang untuk mengadopsi dan mengimplementasikan kurikulum prototipe. Ada tiga ciri utama kurikulum prototipe , apa saja itu...